Search

NAWADHAYA

Universitas Padjadjaran, Ilmu Kelautan 2015

Membuat Diagram Section Salinitas terhadap Kedalaman menggunakan ODV (Ocean Data View)

Sebelum membuat diagram section, file harus di unduh terlebih dahulu. Berikut tahap-tahap pengunduhan file:

  1. Membuka website http://www.nodc.noaa.gov/
  2. Memilih World Ocean Database
  3. Memilih WOD data > sorted geographically
  4. Memilih plot yang kalian inginkan
  5. Mengunduh semua file yang tersedia , kecuali file SUR
  6. Data terunduh dan tersimpan di file directory (disimpan dalam satu folder)

Setelah data terunduh, maka pembuatan diagram section dapat dimulai. Data yang digunakan sebagai contoh yaitu wilayah Antartika plot 5704. Berikut langkah-langkahnya secara garis besar:

  1. Membuka software Ocean Data View 4
  2. Memilih tab Import > U.S. NODC Formats > World Ocean Database. Kemudian memblok semua data yang di unduh, lalu klik Open.
  3. Menunggu loading, kemudian mengklik ok. Memilih tab View > Layout Templates > Full Screen Maps
  4. Memilih tab View > Station Selection Criteria > Date /Time. Pada kolom Period, di bagian From mengubah tahun menjadi 2010 (contoh) dan bagian To menjadi 2010 (contoh). Lalu mengklik OK. Lebih baik jika kalian menggunakan rentang waktu 5 tahun.
  5. Kemudian mengklik kanan di latar berwarna putih, memilih Layout Templates > 1 Scatter Window. Jika misalkan dari rentang 5 tahun yang telah kalian atur tersebut jumah titik birunya kira-kira sedikit atau bahkan NO DATA, lebih baik cari rentang waktu lainnya misalkan tahun 2005-2010 jumlah titiknya sedikit, coba lagi dengan tahun yang lain seperti 2003-2008.
  6. Karena ada data yang masih error dengan angka berwarna merah. Coba cek apakah ada data berwarna merah (lihat sebelah kanan pada bar Sample). Seperti gambar dibawah ini

6

Untuk menghilangkannya dengan mengklik kanan di dalam diagram, memilih Sample Selection Criteria > Quality > Salinity > accepted value. Kemudian mengklik OK. Jika tidak ada data error tidak apa-apa jika tetap melakukan step ini.

7. Lalu, coba lihat diagram sectionnya. Jika masih sepeti gambar di bawah ini

1

Maka kalian kira-kira saja. Pada diagram scatter diatas, kedalaman antara 0-2000 m sudah terlihat jelas sekali perubahan salinitasnya terhadap kedalaman. Maka dari itu, untuk mengubah kedalaman yang diinginkan dan salinitas yang diingkan agar lebih jelas terlihat perubahan salinitasnya, maka caranya dengan mengklik kanan di dalam diagram > Set Ranges > X Axis Salinity (psu) minimum = 34 (contoh), maximum 35.25 (contoh) dan Y Axis Depth [m] minimum =  0 (contoh), maximum = 2000 (contoh) , Hasilnya akan seperti gambar di bawah ini. Menurut saya ini merupakan langkah untuk menzooming data salinitasnya agar terlihat lebih jelas.

8. Langkah berikutnya yaitu mengklik kanan pada peta berwarna biru, memilih Manage Section > Define Dection. Kemudian membuat garis dan mengklik dua kali. Memilih Longitude (garis yang diambil yaitu garis horizontal sebagai contohnya) dan memilih No bathymetrhy. Kemudian mengklik OK.

2

Usahakan mencari yang paling banyak titik birunya. Jika mengambil garis horizontal pilih longitude dan jika mengambil garis vertikal pilih latitude dan jika menyerong disesuaikan apakah garis tersebut mendekati vertikal atau horizontal.

9. Menunggu hingga loading selesai, lalu mengklik kanan pada latar berwarna putih, memilih Layout Templates > 1 Section Window. Lalu jika diagram section masih berbentuk kedalaman terhadap temperatur, ubah saja menjadi salinitas caranya klik kanan di dalam diagaram pilih Z Variabel > Salinity > klik OK.

10. Lalu lihat jika gambar masih seperti dibawah ini, 5.png

maka lebih baik merubah set rangesnya dengan mengklik kanan di dalam diagram > Set Ranges > Ubah Y Axis Depth (disesuaikan) dan X Axis Salinity (disesuaikan). Hal ini bertujuan agar pembacaan diagram berdasarkan skala bar yang berupa variasi warna menjadi lebih spesifik. Hasilnya akan menjadi seperti ini

10.png

11. Karena penyebaran salinitas belum rata (masih ada ruang kosong berwarna putih pada diagram section) maka dilakukan interpolasi (pendekatan). Caranya mengklik kanan > Properties > Display Style, pada kolom Gridded field memilih DIVA gridding. Uncheck Automatic scale length, lalu isi X scale dan Y scale menjadi 40 (angka 40 merupakan interpolasi ideal yang diberitahu oleh aslab), lalu Uncheck draw mark. Lalu pindah ke contours kemudian mengklik tanda <<. Kemudian mengklik OK.

89

12. Simpan gambar dengan memilih File > Set Canvas As > Save. Maka hasil akhirnya akan seperti ini

salinitas 5704.png

PS : Mungkin ada di antara langkah-langkah diatas yang tidak perlu dilakukan, tergantung plot masing-masing yang kalian pilih. Untuk lebih jelasnya silahkan meminta temannya mengajarkan untuk membuat diagram section ini. Terima Kasih semoga bermanfaat.

 

Membuat Grafik Presipitasi (Curah Hujan) menggunakan OpenGrADS Software

Sebelum membuat grafik presipitasi (curah hujan), file harus di unduh terlebih dahulu. Berikut tahap-tahap pengunduhan file:

  1. Membuka website http://www.esrl.noaa.gov/psd/data/gridded/
  2. Memilih Precipitation
  3. Memilih CMAP Precipitation
  4. Memilih Precipitation Mean (Standart Monthly)
  5. Memilih precip.mon.mean.nc
  6. Data terunduh

Sebagai contohnya, digunakan data ke-445 dari 451 data yang ada. Negara yang dipilih yaitu Indonesia. Berikut langkah-langkahnya (setelah memasukan command, lalu menekan enter):

  1. Membuka GrADS Prompt (OpenGrADS Software
  2. Landscape mode? (‘n’ for portrait): y
  3. ga -> sdfopen C:\OpenGrADS\Curahhujan\precip.mon.mean.nc
  4. ga -> q file
  5. ga -> set t 451
  6. ga -> set t 445
  7. ga -> set lat -11 10
  8. ga -> set lon 95 148
  9. ga -> set csmooth on
  10. ga -> set mpdset hires
  11. ga -> set gxout shaded
  12. ga -> d precip
  13. ga -> set clevs 0 2 4 6 8 10 12 14
  14. ga -> d precip
  15. ga -> cbarn
  16. ga -> draw title Curah Hujan Indonesia Januari 2016
  17. ga-> printim C:\OpenGrADS\Curahhujan\precip.mon.mean.png white
  18. Gambar (png) grafik curah hujan telah tersimpan di file directory dengan nama file precip.mon.mean

    Hasilnya terlihat pada gambar di bawah ini:

precip-mon-mean

  • Fungsi Command pada pembuatan grafik Curah Hujan Indonesia Januari 2016
  1. y =  untuk membuat peta landscape.
  2. sdfopen C:\OpenGrADS\Curahhujan\precip.mon.mean.nc = untuk membuka file precip.mon.mean.nc.
  3. q file = mengetahui informasi yang terdapat di dalam file precip.mon.mean.nc.
  4. set t 451 = merupakan jumlah data presipitasi yang telah diambil dari bulan Januari 1979 sampai dengan Juli 2016.
  5. set t 445 = karena data yang ingin dibuat pada bulan Januari 2016 maka dipilihlah 445 (menghitung manual).
  6. set lat -11 10 = latitude Indonesia
  7. set lon 95 148 = longitude Indonesia
  8. set csmooth on = mengatur gradiasi warna dari tampilan output grafik.
  9. set mpdset hires = mengatur resolusi high pada grafik.
  10. set gxout shaded = untuk menampilkan data interpolasi dari penyebaran.
  11. d precip =untuk menampilkan model model/gambar presipitasi.
  12. set clevs 0 2 4 6 8 10 12 14 = untuk menentukan skala curah hujan (dalam bentuk variasi warna). **lebih baik menggunakan angka kelipatan agar lebih rapih.
  13. d precip
  14. cbarn = untuk menampilkan bar skala presipitasi pada grafik.
  15. draw title Curah Hujan Indonesia Januari 2016 = memberikan judul pada grafik.
  16. printim C:\OpenGrADS\Curahhujan\precip.mon.mean.png white = untuk menyimpan gambar grafik presipitasi berupa file png. dengan latar diluar grafik berwarna putih dan daratan berupa garis (line) hitam.

Membuat Diagram Section Suhu Terhadap Kedalaman menggunakan Ocean Data View (ODV)

Sebelum membuat diagram section, file harus diunduh terlebih dahulu. Berikut langkah-langkahnya:

  1. Membuka website http://www.nodc.noaa.gov/
  2. Memilih World Ocean Database
  3. Memilih WOD data > sorted geographically
  4. Memilih plot yang ingin di olah datanya (pilih salah satu)
  5. Mengunduh semua file yang tersedia, kecuali file SUR.
  6. Data terunduh dan tersimpan di file directory (disimpan dalam satu folder)

Setelah file telah di download, maka pembuatan diagram section dapat dimulai. Sebagai contohnya, digunakan plot 1117 di Samudra Pasifik. Berikut langkah-langkahnya secara garis besar:

  • Membuka software Ocean Data View 4
  • Memilih tab Import > U.S. NODC Formats > World Ocean Database. Kemudian memblok semua data yang di unduh, lalu klik Open.
  • Menunggu loading, kemudian mengklik ok. Memilih tab View > Layout Templates > Full Screen Maps
  • Memilih tab View > Station Selection Criteria > Date /Time. Pada kolom Period, di bagian From mengubah tahun menjadi 2005 dan bagian To menjadi 2010. Lalu mengklik OK.
  • Kemudian mengklik kanan di latar berwarna putih, memilih Layout Templates > 1 Scatter Window. Hasilnya seperti gambar dibawah ini

1

  • Karena ada data yang masih error (ditandai dengan garis merah), untuk menghilangkannya dengan mengklik kanan di dalam diagram, memilih Sample Selection Criteria > Quality > temperature > accepted value. Kemudian mengklik OK. Setelah itu, dapat dilihat hasilnya  pada gambar di bawah ini2

 

  • Kedalaman antara 0-2000 terlihat jelas sekali perubahan suhunya. Maka  dari itu, untuk mengubah kedalaman yang diinginkan, caranya mengklik kanan di dalam diagram > Set Ranges > Y Axis dengan Depth [m] minimum = 0 dan maximum = 2000. Hasilnya akan seperti gambar di bawah ini.

3.png

  • Langkah berikutnya yaitu mengklik kanan pada peta berwarna biru, memilih Manage Section > Define Dection. Kemudian membuat garis dan mengklik dua kali (mau dimana lokasi yang dibuat diagram section, mencari yang banyak terdapat titik birunya). Memilih Longitude (garis yang diambil yaitu garis horizontal) dan memilih No bathymetry. Kemudian mengklik OK. **Jika misalkan kalian ingin mengambil garis vertikal, maka pilih Latitude.
  • Menunggu hingga loading selesai, lalu mengklik kanan pada latar berwarna putih, memilih Layout Templates > 1 Section Window. Karena masih ada yang berwarna putih di diagram section, maka dilakukan interpolasi (pendekatan). Tetapi sebelum melakukan interpolasi, lihat dulu temperaturnya. Agar lebih rasional maka ubah temperatur, caranya dengan mengklik kanan didalam diagram, kemudian pilih Set Ranges dan pada Z Axis mengubah minimum menjadi 0 dan maximum menjadi 30, kemudian klik OK.
  • Lalu interpolasi caranya mengklik kanan > Properties > Display Style, pada kolom Gridded field memilih DIVA gridding. Uncheck Automatic Scale Length (untuk interpolasi) dan memasukan angka 40 (sudah di coba-coba oleh aslab dan dipilh angka 40 yang ideal) pada X dan Y scale-length. Uncheck draw mark kemudian mengklik OK.
  • Lalu untuk menambahkan kontur, caranya dengan mengklik kanan di dalam diagram section > Properties > Contours, kemudian mengklik tanda <<. Kemudian mengklik OK.
  • Untuk menyimpan gambar diagram section, memilih tab File > Save Canvas As dan mengubah nama file menjadi diagram section 1117 (optional) dan mengklik OK. Hasil akhirnya akan seperti gambar dibawah ini

4

Cara Menginstal Software Ocean Data View (ODV)

Cara Download dan Instal ODV (ODV diciptakan oleh R.Schlitzer kemudian dikembangkan oleh Alfred Weneger Institute (http://www.awi.de) )

  1. Buka Website ODV (https://odv.awi.de/), lalu klik
  2. Bila belum register (syarat untuk mendownload software), klik register now.
  3. Isi semua persyaratan, dari first name – phone (fax boleh dikosongkan). Untuk Usage pilih Non-Commercial (free version). Pada License Agreement klik YES. Lalu klik Send.  **(untuk Commercial, softwarenya yaitu versi berbayar dan fitur dari softwarenya lebih lengkap dari Non-Commercial).
  4. Kemudian, buka email kalian, nanti ada masuk email dari odv_admin. Disitu ada tertera Your login name is: ….. dan Your password is: ……digunakan untuk login download software.
  5. Lalu, kembali lagi ke Website ODV, klik Software. Ada User login, silahkan isi Username dengan email kalian (memang biasanya seperti ini) dan password yang di kirim odv_admin ke email kalian. Jika sudah, klik login.
  6. Kemudian kalian sekarang ingin mendownload software odv, berikut folder yang harus di klik: 1 ODV ApplicationLatest Version – (ada Linux, Mac, Windows, pilih sesuai system dari perangkat kalian) – (kemudian ada pilihan 32 bit dan 64 bit, pilih sesuai prosesor perangkat kalian) – klik 7.8_w32.exe – software otomatis terdownload.
  7. Kemudian setelah download, klik 7.8_w32.exe – klik run – lakukan penginstalan software seperti biasa.
  8. ODV telah terinstal.

Membuat Grafik SST (Sea Surface Temperature) di OpenGrADS Software menggunakan Command

Sebelum membuat grafik, file harus diunduh terlebih dahulu. Data yang akan didownload yaitu air.sig995.2009 pada tahun 2009 (contoh). Berikut langkah-langkahnya:

  1. Membuka website http://www.esrl.noaa.gov/psd/repository/entry/show
  2. Memilih NCEP Reanalysis (R1) Time Aggregations
  3. Memilih 4xDaily Grids
  4. Memilih Surface
  5. Memilih Air Temperature at sigma level 995
  6. Memilih data air.sig995.2009.nc
  7. Mengunduh data dengan mengklik tombol panah (˅)
  8. Data terunduh

Sebagai contohnya, diambil dari data airsig9952009.nc – negara Filipina pada tahun 2009. Berikut langkah-langkahnya (setelah memasukan command, lalu menekan enter):

  1. Membuka GrADS Prompt (OpenGrADS Software)
  2. Landscape mode? (‘n’ for portrait): y
  3. ga -> sdfopen C:\OpenGrADS\SST2009\airsig9952009.nc
  4. ga -> q file
  5. ga -> set lat 4 21
  6. ga -> set lon 116 126
  7. ga -> set csmooth on
  8. ga -> set mpdset hires
  9. ga -> set gxout shaded
  10. ga -> d (air-273.15)
  11. ga -> cbar
  12. ga -> draw title SST Filipina Tahun 2009
  13. ga-> printim C:\OpenGrADS\SST2009\airsig9952012.png white
  14. Gambar (png) peta geografis SST telah tersimpan di file directory dengan nama file airsig9952009

    Hasilnya terlihat pada gambar di bawah ini:

airsig9952009

  • Fungsi Command pada pembuatan Grafik SST Filipina tahun 2009
  1. y = untuk membuat peta landscape.
  2. sdfopen C:\OpenGrADS\SST2009\airsig9952009.nc = untuk membuka file airsig9952009.nc.
  3. q file = mengetahui informasi yang terdapat di dalam file airsig9952009.nc.
  4. set lat 4 21 = latitude negara Filipina .
  5. set lon 116 126 = longitude negara Filipina.
  6. set csmooth on = mengatur gradiasi warna dari tampilan output grafik.
  7. set mpdset hires = mengatur resolusi high pada grafik.
  8. set gxout shaded = untuk menampilkan data interpolasi dari penyebaran.
  9. d (air-273.15) = untuk mengubah satuan suhu Kelvin (K) ke Celcius (C).
  10. cbar = untuk menampilkan suhu di data.
  11. draw title SST Filipina Tahun 2009 = untuk membuat judul pada grafik.
  12. printim C:\OpenGrADS\SST2009\airsig9952012.png white = untuk menyimpan gambar grafik SST berupa file png. dengan latar diluar grafik berwarna putih dan daratan berupa garis (line) hitam.

Blog at WordPress.com.

Up ↑